Tampilkan postingan dengan label kewajiban. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kewajiban. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Maret 2014

Janji Nazar

Posted by Unknown On 17.56 | No comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Pada zaman ini, susah sekali mencari manusia yang jujur. Pada akhirnya manusia menjadi tidak saling percaya satu sama lainnya kecuali memang sudah sangat dekat dekat orang itu. Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang Nazar, berikut adalah pembahasannya.

Nazar adalah sebuah janji untuk lebih mendekatkan diri kepada sang Ilahi. Nazar disyariatkan oleh islam karena membuat seseorang mendekatkan diri kepada-Nya. Nazar tidak berlaku jika alasannya malah untuk menjauhkan diri dari Allah.

Nazar dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut pembahasannya.

1.      Nazar lajaj
Nazar ini terjadi kita ada seseorang sedang kehilangan control berbicara karena sedang emosi atau sedang marah. Misal : ketika dia marah dia langsung berbicara “jika memang benar Demi Allah saya akan memberikan seluruh hartaku”.
Jika sesuatu yang dinazarkan menjadi kenyataan, orang yang bernazar diharuskan melakukan apa yang dinazarkan atau membayar kafarah sumpah. Yang melakukan nazar ini berhak memilih diantara keduanya dikarenakan dia tidak dalam keadaan sadar ketika mengucap nazar.

2.      Nazar al-Mujazah ( Mukafaah )
Ini merupakan nazar yang biasa dilakukan. Nazar seperti ini tidak sedang dalam keadaan emosi atau lupa diri. Nazar ini mengaitkannya dengan suatu perkara. Contoh : “Jika saya diterima di perusahaan ini demi Allah saya akan memberikan setengah gaji pertama saya untuk fakir miskin”.
Jika sesuatu yang dinazarkan berlaku, maka orang yang bernazar diharuskan apa yang ia katakan di nazar tersebut. Dan tidak boleh menggantinya dengan perkara lain.

3.      Nazar Mutlak
Nazar ini dilakukan hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah, nazar ini tidak mengaitkan dengan suatu perkara ataupun dalam keadaan marah. Contoh :”Untuk Allah saya akan puasa senin kamis bulan ini”.
jika nazar sudah terucap maka hukumnya wajib melakukan apa yang dinazarkan.

Adapun syarat-syarat untuk melakukan nazar diantaranya : Islam, Mukallaf, dan kehendak sendir (tidak dalam paksaan)
Dan syarat perkara yang dinazarkan sebagai berikut.
-          Perkara yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah
Jadi tidak boleh bernazar dengan perkara melakukan maksiat. Harus bertujuan unutk mendekatkan diri kepada Allah.

-       Perkaranya bukan kewajiban yang memang seharusnya dilakukan
Misalkan bernazar dan jika berlaku akan melakukan sholat shubuh tiap hari. Itu sesuatu yang tidak diperbolehkan.

Semoga ringkasan ini dapat memberikan informasi yang berguna. Dan semoga kita menjadi muslim yang lebih baik lagi aamiin :)


Senin, 27 Januari 2014

Shalat itu Kebutuhan

Posted by Unknown On 17.35 | 3 comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..


Ada suatu hal di dunia yang sangat mudah dilakukan, yaitu meninggalkan shalat. Saya sangat heran, kenapa ada manusia yang tidak melakukan ibadah shalat tapi dia masih saja mengaku sebagai orang muslim. Sedangkan kita tahu sendiri, bahwa rukun islam yang kedua adalah shalat.
Shalat ini wajib ! bahkan melebihi wajib. Shalat adalah kebutuhan umat muslim, dengan shalat kita bisa membangun tiang agama dengan berdiri tinggi dan kokoh. Karena disebut juga shalat itu adalah tiangya agama.

Timbul pertanyaan dalam pikiran saya, Kenapa banyak muslim tidak melakukan shalat? Padahal Allah selalu memberi kita rezek berupa kehidupan, kita hidup di dunia milik Allah saw, kita menghirup udara yang diberi oleh Allah Ta’ala. Hanya beberapa menit kita melakukan shalat tapi kenapa kita sangat susah melakukannya. Bagaimana kalau kenikmatan menghirup udara dihentikan dalam beberapa menit? Apa kita sanggup hidup tanpa kenikmatan Allah saw. Jawabannya Tidak, tapi kenapa kita tidak mematuhi aturannya, malah mendekati larangannya. Ingat bahwa dunia ini hanya sementara.

Bagaimana cara kita membuat shalat menjadi kebutuhan. Pada dasarnya kita harus mengenali siapa Tuhan kita, siapa pemimpin kita, termasuk kaum siapakah kita. Jika kita sudah mengenal siapa Tuhan kita, coba kita dekati Tuhan kita, kenali lebih banyak tentang-Nya. Jika kita telah mengenal-Nya Insya Allah kita akan tahu betapa Allah saw sangat mencintai kita, betapa cintanya Rasulullah kepada kaumnya, betapa mulianya Rasul terakhir kita. Jika kita sudah merasakan Cinta kepada Allah saw dan rasul-Nya Insya Allah kita takkan sanggup meninggalkan perintahnya dan tidak ingin mendekati larangannya. Meskipun godaan menghadang Insya Allah kita akan bertahan pada perintah Allah Ta’ala.

Jangan lalai terhadap shalat, jika adzan berkumandang segerakan lah mengambil air wudhu dan shalat. Karena amal yang lain dilihat dari shalatnya, jika shalat kita baik maka amal yang lain juga baik tapi sebaliknya, jika shalat kita tidak baik maka amal yang lain juga tidak baik. Percuma saja jika kita berinfak sebanyak apapun jika tidak shalat tidak ada gunanya.

Rukun islam itu harus dilakukan bertahap, pertama syahadat dan kedua shalat. Jika kita melakukan shalat tanpa syahadat tidak ada gunanya, begitupun jika kita melakukan rukun islam dibawahnya seperti infak atau naik haji tanpa melaksanakan rukun islam shalat tidak ada gunanya.Tidak seperti syahadat yang dilakukan sekali, shalat dilakukan seumur hidup kita, 5 waktu dalam sehari.

Maka dari itu Jadikanlah Shalat itu Kebutuhan !

Blogroll

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Site Rank