Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Januari 2014

Tidur yang Dilarang

Posted by Unknown On 20.08 | 1 comment
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Seperti yang dibahas sebelumnya di artikel Adab-adab tidur dalam Islam, selanjutnya akan kita bahas waktu-waktu apa saja yang dilarang untuk tidur.
Ternyata kita tidak boleh tidur sembarang waktu. Karena ada hal yang harus dipertimbangkan dalam Islam.
inilah waktu-waktu tidur yang dilarang sebagai berikut.

1. Tidur di pagi hari setelah Shubuh
Kenapa tidur pagi hari setelah Shubuh dilarang? sudah jelas dilarang karena menurut orang tua juga jika bangun kesiangan 'rezekinya di patok ayam'. Memang benar kalimat tersebut, nyatanya kebanyakan orang berangkat bekerja pada pagi hari. Menurut survei juga dikatakan orang yang bangun lebih siang mempunyai berat badan yang berlebih.

2. Tidur setelah Makan
Sesudah makan memang enaknya langsung tidur, tapi tidur seperti itu dilarang. Dalam ilmu medis pun tidak dianjurkan karena tidak baik untuk kesehatan. Kalau menurut orang tua "makanannya belum turun ke perut jadi jangan tidur dulu".

3. Tidur Sepanjang hari
Sudah jelas hal ini sangat dilarang, kenapa harus tidur sepanjang hari? Orang sakit juga ada kalanya bangun dan melakukan aktiftas meskipun terbatas. Karena kita sebagai makhluk sosial harus bersosialisasi. Dan masih banyak kewajiban yang harus dilakukan kita selain tidur.

4. Tidur diwaktu Ashar
Menurut ilmu medis tidur pada waktu ini membuat kepala menjadi pusing, dan jika terus menerus dilakukan bisa mengakibatkan kegilaan. Dan pada waktu ini Matahari mengeluarkan sinar gamma yang berbahaya.

5. Tidur sebelum Isya
Jelas hal seperti ini dilarang, dikarenakan kita belum menyelesaikan kewajiban kita yaitu sholat Isya.

Untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan menjaga kesehatan tubuh sebaiknya tidak melakukan cara kelima tidur diatas. Semoga bisa menambah wawasan pembaca.

Baca juga artikel menarik tentang Operasi hati Nabi Muhammad saw. Bagi yang belum tau akan menambah wawasan dan yang sudah tau akan memperjelas hal tersebut.

Adab-adab tidur dalam Islam (part 2)

Posted by Unknown On 16.44 | No comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Salam sugoi semuanya , untuk melanjutkan artikel Adab-adab dalam tidur kita langsung saja disimak artikel berikut.

Adab-adab tidur dalam islam selanjutnya adalah sebagai berikut.
6. Hendaknya kita mengingat apa saja dosa yang kita perbuat di hari itu, dan renungkanlah. Minta ampun kepada Allah , bertaubatlah dan berjanji tidak akan melakukan dosa tersebut lagi. 

7. Setelah bangun tidur, disunnahkan mengusap bekas-bekas tidur yang ada pada wajah dan tangan.

8. Bersiwak, beristinsyaq dan beristintsaar (menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan kotoran dari hidung). Karena dalam Hadits disebutkan syetan itu bermalam di rongga hidung manusia.

9 . Mencuci tangan tiga kali.

10. Pada usia 6 tahun anak lak-laki dan perempuan hendaknya dipisahkan tempat tidurnya. 

11. Tidak boleh telanjang, harus memakai pakaian.

12. Jika bermimpi buruk, jangan ceritakan kepada orang lain, dan meludahlah ke arah kiri tiga kali lalu meminta perlindungan dari syetan-syetan yang terkutuk kepada Allah swt. Jika akan tidur kembali, tidur ke arah berlawanan dari tidur sebelumnya. 

13. Jika sudah bangun tidur hendaknya membaca do’a sesudah tidur.

Itulah ke13 adab-adab dalam tidur menurut Islam. Jika ada yang ditambahkan silahkan.
 Adab-adab dalam tidur sudah dibahas. Silahkan baca-baca lagi artikel menarik tentang Waktu tidur yang di larang. Dijamin menambah pengetahuan kita amiin 

Selasa, 14 Januari 2014

Adab-adab tidur dalam Islam

Posted by Unknown On 20.18 | 2 comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..
 
Tunggu dulu pemirsa, jangan berpikiran yang negative sebelum membaca sampai selesai artikel ini. Daripada penasaran, langsung saja artikelnya dibaca.

Tidur adalah kebutuhan makhluk hidup untuk beristirahat, mengumpulkan tenaga dan stamina serta menyegarkan kembali pikiran kita. Menurut para dokter, pola tidur yang baik itu adalah pada jam 9 sampai jam 5 yang berarti membutuhkan waktu 8 jam. Tapi kita sebagai umat islam di Indonesia harus bangun lebih awal dikarenakan adzan shubuh yang berkumandang kurang lebih pada jam 4-an.

“Dan Kami jadikan tidur kalian untuk istirahat” (Qs. an-Naba: 9).

Begitu terperinci ilmu yang terdapat dalam Al-Quran. Islam pun memperhatikan setiap detail dari cara dan waktu tidur yang baik. Oleh karena itu kita harus mengatur pola tidur kita, melakukan sunnah Rasul untuk bagaimana kita tidur.

Lalu, bagaimanakah Rasululloh mengajarkan adab-adab dalam tidur? Sebagai berikut.

1. Tidak boleh tidur terlalu malam, tapi tidak boleh juga tidur sebelum isya. Jika tidak ada sesuatu yang penting tidak boleh tidur terlalu malam. Dalam hadits HR,Al-Bukhari dan Muslim .
“Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘allaihi wasallam membenci tidur malam sebelum (sholat Isya) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.”

 2. Berwudhu sebelum tidur. Jika kita berwudhu sebelum tidur Allah senantiasa menjaga dari godaan syetan yang terkutuk dan ketika bangun badan pun menjadi lebih segar. Jika tidak percaya coba saja sendiri.

3. Mendahulukan tidur dengan berbalik ke sebelah kanan, dalam ilmu medis terbukti jika dalam tidur seperti itu membuat kualitas tidur lebih baik.

4.  Membaca ayat-ayat Al-Qur’an, agar hati tenang dan syetan pun tidak akan bisa mendekati dan mengganggu kita dalam mimpi atau gangguna lainnya. Dengan membaca sebagai berikut :
a. Membaca ayat kursi .
b. Membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqoroh.
c. Mengatupkan dua telapak tangan lalu membaca Al-Ikhlas lalu lalu ditiupkan ke kedua telapak tangan lalu dengan kedua telapak tangan usap seluruh bagian tubuh yang bisa kita gapai. Lakukan yang sama dengan surat Al-Falaq dan An-Naas. Semuanya di lakukan sebanyak 3 kali sesuai sunnah Rasul.

5. Membersihkan tempat tidur sebelum tidur, karena kita tidak tahu apa yang terjadi di tempat tidur kita yang ditinggalkan sewaktu kita melakukan aktifitas.

Pembahasan masih belum selesai, karena pembahasan masih panjang dan agar yang membaca juga penasaran. Saya akan melanjutkan di artikel Adab-adab tidur dalam Islam (part 2).

Minggu, 12 Januari 2014

Muslim itu harus Jujur

Posted by Unknown On 18.44 | 1 comment
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Nabi Muhammad adalah sosok yang harus menjadi teladan bagi kita semua. Beliau pun termasuk sebagai orang paling berpengaruh nomor 1 sepanjang masa. Dalam artikel ini saya akan membahas sedikit tentang sifat kejujuran rasulullah SAW.

Berikut adalah hadits tentang perintah Rasulullah untuk melakukan kejujuran dan melarang kedustaan.
Dari Abdullah (bin Mas’ud) ra. berkata, “Rasulullah SAW. bersabda: “Hendaklah kalian berlaku jujur, sebab kejujuran itu mengantar kepada kebaikan dan kebaikan itu mengantar ke surga dan senantiasa orang itu berlaku jujur dan terus menerus berlaku jujur sehingga dicatat di sisi Allah selaku orang yang jujur. Dan janganlah kalian berlaku dusta, sebab dusta mengantar kepada kedurhakaan dan kedurhakaan itu mengantar kepada neraka, dan senantiasa orang itu yang berdusta dan terus menerus berdusta sehingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta” (HR. Bukhari Muslim).

Orang-orang Quraisy waktu itu berpikir bahwa Rasulullah SAW berbohong, karena Beliau bisa melakukan perjalanan dari Mekah menuju Al Aqsa atau yang kita kenal dengan Isra’ dalam waktu kurang dari semalam. Padahal pada masa itu kendaraan yang paling cepat hanyalah onta, dengan waktu paling cepat 2 bulan untuk mengantar seseorang bolak-balik dari Mekah ke Palestina.
Jadi menurut orang Quraisy, mana mungkin ada manusia yang bisa pulang pergi begitu cepat bagaikan kilat, pasti Beliau itu berbohong, pikir mereka.

Dilihat dari jaman-jaman sebelumnya seperti kisah Nabi Sualeman yang memindahkan singgasana secepat kedipan mata, bukan hal yang mustahil mukjizat seperti itu terjadi kembali di jaman Nabi Muhammad SAW.
Padahal kenyataannya Beliau adalah manusia yang jujur sehingga digelari al-amin. Bahkan sejak muda nya Beliau paling terkenal dengan kejujurannya di seantero Arab, dengan kejujurannya pun dia juga dipercaya banyak orang sehingga bisnis jual-belinya pun mendapati kesuksesan.

Intinya adalah  janganlah terlalu mengagumi akal kita sehingga kita melupakan Yang Menciptakan akal itu sendiri. bersikaplah sesederhana mungkin.

Kamis, 09 Januari 2014

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..


Seperti yang kita ketahui, Nabi Muhammad memiliki hati yang sangat suci. Mengapa beliau memiliki hati yang sangat bersih? Mungkin salah satu alasannya karena kejadian berikut.
Sewaktu kecil, Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sedang menggembalakan kambing yang dimiliki oleh keluarga Halimah binti Abi Dzuaib dari Kabilah as Sa’diyah, tiba-tiba beliau didatangi dua malaikat, lalu keduanya membelah dada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengeluarkan bagian yang kotor dari hatinya. Peristiwa ini telah dijelaskan oleh Anas bin Malik dalam hadits shahih yang diriwayatkan Imam Muslim.

Telah dijelaskan sendiri oleh Nabi Muhammad dalam sebuah hadits. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

... فَبَيْنَمَا أَنَا مَعَ أَخٍ لِي خَلْفَ بُيُوْتِنَا نَرْعَى بِهِمَا لَنَا إِذْ أتَانِي رَجُلاَنِ – عَلَيْهِمَا ثِيَابٌ بِيْضٌ- بِطَسْتٍ مِنْ ذَهَبٍ مَمْلُوْءٍ ثَلْجًا ثُمَّ أَخَذَانِي فَشَقَّا بَطْنِي ثُمَّ اسْتَخْرَجَا قَلْبِي فَشَقَّاهُ فَاستخْرَجَا مِنْهُ عَلَقَةً سَوْدَاءَ فَطَرَحَاهُ ثُمَّ غَسَلاَ قَلْبِي وبَطْنِي بِذَلِكَ الثَّلْجِ حَتَّى أَنْقَيَاه ُ…

"Ketika aku sedang berada di belakang rumah bersama saudaraku (saudara angkat) menggembalakan anak kambing, tiba-tiba aku didatangi dua orang lelaki-mereka mengenakan baju putih-putih dengan membawa baskom yang terbuat dari emas penuh dengan es. Kedua orang itu menangkapku, lalu membedah perutku. Keduanya lalu mengeluarkan hatiku dan membedahnya, lalu mereka mengeluarkan gumpalan hitam darinya dan membuangnya. Kemudian keduanya membersihkan dan menyucikan hatiku dengan air itu sampai bersih".

Dalam sebuah hadits oleh Imam Ahmad juga disebutkan :

فَأَقْبَلاَ يَبْتَدِرَانِي فَأَخَذَانِي فَبَطَحَانِي إِلَى الْقَفَا فَشَقَّا بَطْنِي ثُمَّ اسْتَخْرَجَا قَلْبِي فَشَقَّاهُ فَأَخْرَجَا مِنْهُ عَلَقَتَيْنِ سَوْدَاوَيْنِ

"…… keduanya lalu bersegera mendekati dan memegangiku. Kemudian aku ditelentangkan, kemudian membedah perutku. Kedua malaikat itu mengeluarkan hati dari tempatnya dan membedahnya. Selanjutnya mereka mengeluarkan dua gumpalan darah hitam darinya ……"

Dari dua riwayat di atas dapat kita ketahui, bahwa peristiwa Operasi Hati yang dilakukan kedua malaikat kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah mutlak terjadi.

Banyak kaum-kaum yang menolak kebenaran dari hadits ini, alasannya karena peristiwa ini tidak logis. Kenapa tidak logis? Di zaman sekarang sudah banyak peralatan canggih yang memungkinkan manusia mendonorkan bagian tubuhnya. Kenapa bagi malaikat itu tidak mungkin? Sungguh zhalim orang yang berfikiran seperti itu. Adapula kaum orientalis yang mengatakan bahwa peristiwa itu hanya dongeng belaka dan mereka menganggap peristiwa itu hanyalah pengalaman rohani belaka, bukan peristiwa yang terjadi secara nyata. Mereka juga mengatakan hadits itu diceritakan oleh anak kecil yang belum banyak mengetahui apa-apa.
Kita sebagai umat islam yang berakal seharusnya wajib mengimani dan menerima dengan lapang dada tanpa mencari-cari atau mengalihkan makna yang sebenarnya.

Imam al Qurthubi, dalam kitab al Mufhim mengatakan, penolakan terhadap peristiwa operasi dada Nabi Muhammad pada malam Isra’ dan Mi’raj tidak perlu ditanggapi, karena orang-orang yang meriwayatkan adalah orang-orang yang terpercaya dan dikenal banyak orang.


Dalam dalil oleh Imam Muslim dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu diceritakan :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَاهُ جِبْرِيلُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَلْعَبُ مَعَ الْغِلْمَانِ فَأَخَذَهُ فَصَرَعَهُ فَشَقَّ عَنْ قَلْبِهِ فَاسْتَخْرَجَ الْقَلْبَ فَاسْتَخْرَجَ مِنْهُ عَلَقَةً فَقَالَ هَذَا حَظُّ الشَّيْطَانِ مِنْكَ ثُمَّ غَسَلَهُ فِي طَسْتٍ مِنْ ذَهَبٍ بِمَاءِ زَمْزَمَ ثُمَّ لَأَمَهُ ثُمَّ أَعَادَهُ فِي مَكَانِهِ وَجَاءَ الْغِلْمَانُ يَسْعَوْنَ إِلَى أُمِّهِ يَعْنِي ظِئْرَهُ فَقَالُوا إِنَّ مُحَمَّدًا قَدْ قُتِلَ فَاسْتَقْبَلُوهُ وَهُوَ مُنْتَقِعُ اللَّوْنِ
قَالَ أَنَسٌ وَقَدْ كُنْتُ أَرْئِي أَثَرَ ذَلِكَ الْمِخْيَطِ فِي صَدْرِهِ

"Bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam didatangi oleh Malaikat Jibril ketika beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam sedang bermain dengan beberapa anak. Jibril kemudian menangkapnya, menelentangkannya, lalu Jibril membelah dada. Jibril lalu mengeluarkan hatinya, dan mengeluarkan dari hati beliau segumpal darah beku sambil mengatakan “Ini adalah bagian setan darimu”. Jibril kemudian mencucinya dalam wadah yang terbuat dari emas dengan air zam-zam, lalu ditumpuk, kemudian dikembalikan ke tempatnya. Sementara teman-temannya menjumpai ibunya (maksudnya orang yang menyusuinya) dengan berlari-lari sambil berkata: “Sesungguhnya Muhammad telah dibunuh”. Kemudian mereka bersama-bersama menjumpainya, sedangkan dia dalam keadaan berubah rona kulitnya (pucat). Anas mengatakan: “Saya pernah diperlihatkan bekas jahitan di dadanya”.

Dengan demikian, meskipun banyak orang yang menolak tapi saya anggap hadits ini soheh. Kita sebagai umat islam harus meyakini peristiwa tersebut.

Blogroll

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Site Rank