Kamis, 26 Desember 2013

Kesederhanaan Islam

Posted by Arno Firdaus On 22.21 | No comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..


Islam sebagai agama terbesar di dunia memang selalu memberikan hikmah kepada orang-orang yang mau berpikir tanpa mereka sadari. Walaupun hikmah itu sekecil apapun bias saja merubah sesuatu yang sangat penting. Dibalik kesederhanaan Islam dalam perintah-perintahnya dan dalam cara hidupnya itu sungguh mempunyai hikmah yang luar biasa.

Bahkan kita dapat mengambil hikmah dari cara umat muslim pergi ke tempat ibadah atau masjid. Di setiap langkah orang yang berjalan menuju masjid dihitung sebagai pahala, sungguh sederhana kebiasaan atau cara hidup umat muslim. Islam tidak menyuruh memakai kendaraan paling keren ataupun paling cepat jika menuju tempat ibadah, cukup dengan berjalan kaki pun kita mendapatkan pahala. Sugoi (Subhanallah).

Hikmah lain dari berjalan kaki ke masjid adalah di tengah perjalanan kita bisa sambil bersilaturahmi dengan tetangga ataupun dengan berjalan kita bisa melatih tubuh kita agar tetap bugar.

Masjid adalah milik siapa saja yang ingin beribadah kepada Allah. Tidak perlu orang kaya untuk memasuki masjid, tidak perlu orang bergelar untuk memasuki masjid, cukup dengan hati yang tulus untuk beribadah, badan yang suci, dan baju yang menutup aurat, bersih, tidak terkena najis. Karena dihadapan Allah, kita semua sama, Allah tidak melihat perhiasan yang kita pakai, merk baju yang kita pakai ataupun wajah kita yang rupawan. Allah hanya melihat besar kecilnya keiimanan kita.

Islam tidak menyukai sesuatu yang berlebih-berlebihan. Oleh karena itu umat Islam juga dituntut untuk tidak berlebihan dalam segala hal termasuk penampilan. Boleh kita berpenampilan cantik/tampan tapi bukan untuk menebar pesona kepada lawan jenis, tapi hal itu harus ditujukan untuk Allah semata. Misal, kita berpenampilan tampan agar semua orang tau keindahan ciptaan Allah (haha pd amat). Tapi jangan sampai anugerah yang Allah berikan kepada kita disalahgunakan oleh kita yang akhirnya kita terjatuh pada jurang kesesatan. Dan jangan pula menyombongkan anugerah yang Allah berikan kepada kita karena semua itu hanya milik Allah yang Maha Segala.

Dalam Al’Quran pun diperintahkan agar berperilaku sederhana. Sebagai berikut.

“Dan kamu mencintai harta benda dengan kecintaan yang berlebihan”
(Al-Fajr [89]: 20)  

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syetan dan syetan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”
(Al-Israa' [17]: 27)

Kesederhanaan itu mencerminan kedewasaan kita, semakin dewasa seseorang maka ia akan bersikap lebih sederhana. Kesederhanaan yang paling baik adalah ketika seseorang mempunyai harta yang berlimpah tapi dia berperilaku sangat sederhana, beda dengan orang yang tidak mempunyai harta yang berlimpah, sudah jelas dia lebih mudah bersikap sederhana diabanding dengan si kaya yang mempunyai banyak godaan. Si kaya inilah yang mempunyai sikap kederhanaan dengan tingkat kesulitan yang tinggi.

Ada kutipan yang cukup menarik tentang arti kesederhanaan dari buku “Jalan ke Makkah” yang ditulis Muhammad Assad:
“..dalam kesederhanaan kubus (ka’bah) itu, yang menyangkal segala keindahan garis dan bentuk, terlintas seseuatu dalam pikiran ini, seindah apapun segala sesuatu yang mampu di buat oleh tangan-tangan manusia, adalah sesuatu yang kecil jika di bandingkan dengan keAgungan Allah. Oleh karena itu makin sederhana yang dapat di sombongkan manusia, semakin kita lebih membuktikan kebesaran Allah..” (seperti itulah kira-kira).




Maha suci Allah yang memberikan hikmah dibalik segala masalah..



Rabu, 25 Desember 2013

Keindahan Dalam Kesederhanaan

Posted by Arno Firdaus On 23.14 | No comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Kesederhanaan itu ketika kita mensyukuri apa yang telah Allah berikan pada kita. Karena kita hidup di dunia tidak perlu menjadi yang terkaya atau yang terkuat tapi bukan berarti kita tidak berusaha untuk menjadi lebih baik, kita juga harus berlomba-lomba dalam kebaikan. Jadi intinya jangan mengeluh akan hidup yang kita jalani.
Disini saya akan menceritakan kisah tentang arti kesederhanaan sebenarnya.

Disuatu hari di sebuah desa telah kedatangan seorang lelaki tua yang telah melalui perjalanan panjang yang melelahkan. Diperjalannya lelaki tua itu disambut oleh seorang arif dan kaya raya yang mempersilahkan lelaki tersebut mampir sejenak ke rumahnya. Kemudian si pemilik rumah tersebut menghidangkan macam-macam minuman dan makanan kepada lelaki tua itu.

Di dalam rumah, lelaki tua itu hanya memandangi makanan yang tersaji di meja makan. Lalu dia berkata "Bolehkah saya meminta segelas kopi?". Permintaan yang tidak muluk-muluka.
"Hanya itu saja?" kata si pria kaya bertanya.
"Ya Tuan, hanya segelas kopi saja sudah cukup." Lelaki tua itu mempertegas kembali kata-kata sebelumnya.

Tanpa menunggu lama lelaki itu langsung meminum segelas kopi yang telah dihidangkan. Terlihat ia sangat menikmati setiap teguk demi teguk kopi yang ia minum sampai habis itu. Melihat itu si pemilik rumah menawarkan secangkir kopi lagi. Tetapi lelaki tersebut menolak dengan perkataaan yang sangat santun.

"Kenapa tidak?" tanya si pemilik rumah heran.

Dengan tersenyum lelaki tua itu menjawab. “ Saya hanya tidak mau kenikmatan dari kopi sebelumnya berkurang”.

Dari kisah tersebut bias dimengerti bahwa kunci kebahagiaan ada pada kesederhanaan, cukup nikmati keadaan. Tidak perlu sesuatu yang lebih untuk membuat kita bahagia.

"Orang-orang bisa bahagia ketika mereka memutuskan untuk berpikir bahwa mereka akan bahagia"- sudah diterjemahkan.
Abraham Lincoln

Blogroll

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Site Rank