Jumat, 21 Maret 2014

Terhambatnya Doa

Posted by Unknown On 18.00 | No comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Berdoa adalah hal yang wajib jika kita menginginkan sesuatu. Tetapi banyak orang bertanya-tanya kenapa doa yang ia panjatkan tidak juga dikabulkan. Sebelum membaca penyebab terhambatnya doa alangkah baiknya membaca waktu doa yang baik. Jika waktu doa yang baik telah dilakukan tapi masih belum terkabul juga, mungkin salah satu alasan dibawah ini menjawab pertanyaan anda. Berikut sebab-sebab tidak dikabulkannya doa.

1. Tidak Khusyuk dan tidak merendahkan diri di hadapan Allah
Seringkali kali kita berdoa dengan tergesa-gesa, karena sedang sibuk ataupun hanya karena tidak ingin meninggalkan beberapa menit acara TV kesayangan kita. Seharusnya kita bisa meluangkan banyak waktu untuk berdoa agar kita bisa berkhusyuk dalam berdoa.
Dalam Al-Quran surat Al-A’raf ayat 55 Allah berfirman “Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.”

Berdoa haruslah khusyuk dan berendah diri kepada Allah swt. Kita harus memakai hati kita untuk berdoa, jangan hanya berdoa karena nafsu belaka. Dan berdoalah dengan kata-kata yang indah dan suara yang lembut agar doanya dikabulkan. Secara logika pun jika kita meminta kepada sesama manusia dengan suara lembut dan bahasa yang baik pasti akan diberikan, begitupun sebaliknya jika hanya meminta dengan asal dan dengan bahasa yang biasa pastinya tidak akan diberikan.

2. Putus asa, merasa doanya tidak juga dikabulkan dan tergesa-gesa ingin doanya cepat dikabulkan
Sikap seperti ini adalah penghalangnya dikabulkannya doa. Seharusnya kita tidak boleh putus asa dan merasa doanya tidak dikabulkan karena kita berdoa kepada zat yang maha memberi dan Maha Segalanya.
Jika masih tidak terkabul jangan berpikir buruk dulu kepada Allah swt karena mungkin anda masih belum memikirkan dua aspek berikut.
  • Ada penghalang yang menghambat terkabulnya doa tersebut, misal : memutuskan hubungan kekerabatan, berdoa untuk keburukan, atau mengkonsumsi makanan yang haram.
  • Doanya akan diganti di akhirat nanti, atau dia dipalingkan dari keburukan yang terdapat dalam isi doanya. Untuk itulah berdoa sebanyak karena tidak akan rugi orang yang banyak berdoa, karena banyak kebaikan dari doa tersebut.

3.  Berdoa untuk keburukan
Tentunya ini sangatlah tidak pantas, bayangkan saja apakah kita pantas beroda untuk keburukan kepada Allah swt? Jika pun dikabulkan bukanlah Allah yang mengabulkan melainkan jin yang melakukannya. Jadi berdoalah untuk kebaikan, karena Allah hanya menerima doa-doa yang tulus dari hatinya dan Allah pun tau apa yang terbaik untuk kita.

Jika doa kita masih tidak dikabulkan mungkin karena sesuatu yang diminta kita bukanlah yang terbaik untuk kita. Percayakan semuanya kepada Allah, karena Allah mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Positive thinking to Allah. Semoga ibadah kita diterima, kita diberikan yang terbaik, segala dosa kita dihapuskan aamiin. J



Janji Nazar

Posted by Unknown On 17.56 | No comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Pada zaman ini, susah sekali mencari manusia yang jujur. Pada akhirnya manusia menjadi tidak saling percaya satu sama lainnya kecuali memang sudah sangat dekat dekat orang itu. Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang Nazar, berikut adalah pembahasannya.

Nazar adalah sebuah janji untuk lebih mendekatkan diri kepada sang Ilahi. Nazar disyariatkan oleh islam karena membuat seseorang mendekatkan diri kepada-Nya. Nazar tidak berlaku jika alasannya malah untuk menjauhkan diri dari Allah.

Nazar dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut pembahasannya.

1.      Nazar lajaj
Nazar ini terjadi kita ada seseorang sedang kehilangan control berbicara karena sedang emosi atau sedang marah. Misal : ketika dia marah dia langsung berbicara “jika memang benar Demi Allah saya akan memberikan seluruh hartaku”.
Jika sesuatu yang dinazarkan menjadi kenyataan, orang yang bernazar diharuskan melakukan apa yang dinazarkan atau membayar kafarah sumpah. Yang melakukan nazar ini berhak memilih diantara keduanya dikarenakan dia tidak dalam keadaan sadar ketika mengucap nazar.

2.      Nazar al-Mujazah ( Mukafaah )
Ini merupakan nazar yang biasa dilakukan. Nazar seperti ini tidak sedang dalam keadaan emosi atau lupa diri. Nazar ini mengaitkannya dengan suatu perkara. Contoh : “Jika saya diterima di perusahaan ini demi Allah saya akan memberikan setengah gaji pertama saya untuk fakir miskin”.
Jika sesuatu yang dinazarkan berlaku, maka orang yang bernazar diharuskan apa yang ia katakan di nazar tersebut. Dan tidak boleh menggantinya dengan perkara lain.

3.      Nazar Mutlak
Nazar ini dilakukan hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah, nazar ini tidak mengaitkan dengan suatu perkara ataupun dalam keadaan marah. Contoh :”Untuk Allah saya akan puasa senin kamis bulan ini”.
jika nazar sudah terucap maka hukumnya wajib melakukan apa yang dinazarkan.

Adapun syarat-syarat untuk melakukan nazar diantaranya : Islam, Mukallaf, dan kehendak sendir (tidak dalam paksaan)
Dan syarat perkara yang dinazarkan sebagai berikut.
-          Perkara yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah
Jadi tidak boleh bernazar dengan perkara melakukan maksiat. Harus bertujuan unutk mendekatkan diri kepada Allah.

-       Perkaranya bukan kewajiban yang memang seharusnya dilakukan
Misalkan bernazar dan jika berlaku akan melakukan sholat shubuh tiap hari. Itu sesuatu yang tidak diperbolehkan.

Semoga ringkasan ini dapat memberikan informasi yang berguna. Dan semoga kita menjadi muslim yang lebih baik lagi aamiin :)


Sihir

Posted by Unknown On 17.52 | No comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Sihir, ketika mendengar kata ini kebanyakan orang pasti langsung berfikir sesuatu yang keren dalam film Harry Potter atau membuat sesuatu yang mustahil jadi mungkin terjadi. Tapi beda lagi jika yang berpendapat orang pedesaan yang jauh dari kemodern-an akan langsung berfikir tentang dukun, pelet, santet atau semacamnya.
Sebagai seorang muslim, hendaknya kita melihat sesuatu berdasarkan syariat yang telah diajarkan, terlebih dalam sesuatu yang ghaib.

Secara bahasa sihir adalah segala sesuatu yang sebabnya terlihat samar. Di era modern ini mungkin banyak orang yang berfikir sihir itu hanya ada di zaman dulu, hari gini mana mungkin ada sesuatu yang seperti itu. Tapi menurut saya sihir masih ada sampai saat ini masih banyak orang yang mempraktekan sihir di dunia ini, entah itu untuk keperluan yang baik atau disalahgunakan untuk kepentingan pribadi bahkan untuk kepentingan politik.

Hukum dari menggunakan sihir adalah dosa besar, meskipun melakukannya untuk kebaikan apalagi untuk keburukan. Meskipun menggunakan sihir untuk menyembuhkan sihir lainnya tetap itu sesuatu yang dilarang. Lalu bagaimana cara menyembuhkannya? Dahulu Nabi Muhammad shallallahu‘alaihi wa sallam pun pernah terkena sihir hingga beliau jatuh sakit, lalu Allah swt menurunkan surat Al-Falaq dan An-Naas sebagai obat penyembuh bagi orang yang terkena sihir. Karena Allah swt. telah memberi obat untuk orang yang terkena sihir, jadi sihir dalam bentuk apapun hukumnya dilarang.

Sihir bisa dikategorikan syirik dalam 2 sisi yaitu.
1.       Orang yang menggunakan sihir dan meminta bantuan kepada syaitan dari kalangan jin. Jelas iniadalah syirik karena mereka meminta bantuan selain kepada Allah.

2.       Orang yang menggunakan sihir dan mengaku mengetahui hal-hal yang ghaib misalkan ramalan masa depan. Tentunya ini adalah syirik karena hanya Allah yang mengetahui hal-hal yang ghaib tapi mereka yang mengaku tahu hal ghaib adalah palsu.

Ada hadits yang mengatakan hukuman orang yang menggunakan sihir adalah dipenggal kepalanya atau dengan kata lain hukuman mati. Tapi hadits ini dipertanyakan kebenarannya, karena setiap manusia pasti pernah melakukan dosa baik itu dosa kecil atau dosa besar, tapi jika manusia itu bertaubat dengan sungguh-sungguh, tidak seharusnya kita menghukum dengan hukuman mati. Kita bisa memberikan kesempatan kepadanya untuk bertaubat dan kita serahkan kepada Allah hukuman yang apa pantas untuknya.


Kenapa sihir dilarang? Allah swt pasti mempunyai alasan akan hal itu. Kalau menurut saya sihir dilarang karena akan menggoyahkan ke stabilan alam, karena jika semua manusia menggunakan sihir dalam kehidupan sehari-hari, sesuatu akan lebih mudah didapatkan tanpa usaha. Jadi manusia tidak mau lagi bekerja keras karena ada sihir. Dan jika seperti itu mungkin banyak manusia yang tidak akan meminta bantuan kepada Allah swt. Jadi mungkin seperti itulah pendapat saya tentang sihir, Allahu A’laam.

Selasa, 11 Maret 2014

Rusak Hati

Posted by Unknown On 18.12 | No comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Hati adalah sesuatu yang sugoi dari ciptaan Allah swt. Hati berbeda dengan akal dan sangat sulit menjelaskan apa yang dimaksud dengan hati. Meskipun zaman sudah canggih, sampai saat ini belum ada yang mampu menciptakan hati. Untuk itulah kita harus menjaga hati jangan sampai kita merusaknya. Rusak? Apakah hati bisa rusak? Jawabannya Ya. Berikut adalah sebab-sebab rusaknya hati.

1. Orang yang berbuat dosa dan mengandalkan taubat terus menerus.
Jangan sampai ketika kita ingin melakukan dosa kita berfikir bahwa “manusia adalah tempatnya dosa”, “semua manusia pasti punya salah”, “ahh cuma dosa kecil”, “setelah melakukan dosa ini taubat saja”, sesungguhnya itulah bisikan-bisikan syetan dan janganlah kita terjerumus kedalam tipu dayanya. Banyak yang tidak sadar bahwa pemikiran inilah salah satu penyebab rusaknya hati seseorang.
Kalau diumpamakan hati itu bagaikan kertas. Jika kita menggoreskan dosa lalu suatu saat dihapus dan dilakukan terus menerus yang terjadi adalah kertas itu menjadi rusak karena terlalu sering dicoret dan dihapus.

2. Mempunyai ilmu dan pengetahuan tapi tidak diamalkan
 Ilmu hanyalah titipan yang diberikan Allah kepada kita yang dikehendakinya. Untuk itulah jika kita mendapat kepercayaan untuk diberikan ilmu kita tidak boleh memendam ilmu itu sendirian. Karena ilmu harus dimanfaatkan untuk kehidupan semua orang. Apa ruginya kita menyebarkan ilmu, malah dengan menyebarkan ilmu kita menjadi semakin kuat dengan ilmu tersebut bukan malah ilmu itu hilang dari kita.
Jadi sebarkanlah ilmu dan pengetahuan yang benar, bukan malah menjerumuskan teman dengan ilmu yang salah.

3. Beramal tetapi tidak Ikhlas
Mengapa beramal tetapi tidak ikhlas, padahal harta yang kita punya tidak lain hanyalah titipan yang Allah berikan kepada kita. Jadi apa ruginya kita mengembalikan apa yang memang milik-Nya, meskipun memang milik Allah tapi Allah memberikan pahala yang tak ternilai bagi siapa saja yang mengamalkan sebagian hartanya.
Maka dari itu beramal lah dengan ikhlas. Karena dunia ini hanya sementara dan semua harta yang kita miliki hanyalah titipan yang akan ditanyai pertanggung jawabannya.

4. Menerima rizqi namun tidak bersyukur
Banyak orang tidak sadar akan rizqi yang ia dapatkan, misal menghirup udara, itu adalah rizqi yang tak ternilai tetapi banyak orang tidak menyadari betapa cintanya Allah kepada hambanya. Banyak orang terbuai akan nikmatnya rizqi yang Allah berikan sehingga lupa bersyukur kepada Sang Pemberi rizqi.
Tips dalam bersyukur, ketika kita berdoa mulailah dengan bersyukur. Misal : “ya Allah saya bersyukur engkau telah memberikan kepintaran ini dan ya Allah semoga saya semakin pintar lagi aamiin”. Itu adalah contoh jika kita ingin menjadi lebih pintar lagi tetapi kita tidak lupa bersyukur kepada-Nya.

5. Tidak ridho akan takdir Allah
Mengapa kita harus mempermasalahkan pembagian yang Allah berikan. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu tidak ketahui. Jadi tidak seharusnya kita menentang takdir Allah karena Allah lebih mengetahui apa yan terbaik untuk kita. Kita manusia hanya bisa berencana tapi Allah yang menentukannya.

6. Tidak mengambil pelajaran dari kematian seseorang
Sesungguhnya setiap kematian sesorang mempunyai nasehat-nasehat yang tidak akan kalian dapat dari orang hidup. Kita jadi mengerti bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, semua dari kita pasti akan meninggalkan dunia yang fana ini. jadi ambilah pelajaran dari kematian tersebut.
Misal: ada orang yang meninggal karena over dosis oleh minuman alcohol, berarti pelajaran yang kita dapat adalah bahwa minuman alcohol diharamkan karena berbahaya bagi tubuh kita, Allah tidak akan melarang sesuatu tanpa sebab yang pasti.


Itulah beberapa penyebab rusaknya hati seseorang. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan di atas, semoga kita dapat selalu menjaga hati kita. Jika masih ada yang melakukan perbuatan diatas bertaubatlah sebelum terlambat karena waktu akan terus bergulir.

Blogroll

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Site Rank