Selasa, 13 Mei 2014

Kerajaan Nabi Sulaeman

Posted by Arno Firdaus On 17.54 | 1 comment
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang, 
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Jika dilihat secara global mungkin kita berfikir bahwa teknologi zaman ini dengan dengan zaman-zaman dahulu pasti lebih canggih zaman sekarang. Jika kita membicarakan tentang Teknologi masa lalu banyak hal yang menarik seperti bangunan-bangunan yang megah seperti Borobudur di Indonesia atau Piramid di Mesir. Jadi apakah teknologi zaman dulu itu adalah peradaban dengan teknologi yang hebat ?

Jika iya, berarti teknologi zaman sekarang berarti belum ada apa-apanya dibandingkan dengan teknologi zaman dulu. Memang teknologi zaman dulu itu masih menjadi misteri. Apalagi jika kita membicarakan tentang Kerajaan Nabi Sulaeman.

Salah satu bukti dari majunya teknologi zaman dulu adalah kerajaan nabi Sulaeman. Di ceritakan di dalam Al-Quran bahwa nabi Sulaeman adalah orang yang bisa menaklukan bangsa hewan dan bangsa jin. Di kerajaannya yang sangat megah rakyat hidup sangat makmur. Banyak hal luar biasa yang berada di kerajaan ini dan mungkin di zaman ini masih belum ada yang seperti itu diantaranya:
  •  Teknologi Transportasi
          Diceritakan bahwa nabi Sulaeman pernah berpergian dengan sangat cepat, saking cepatnya disebutkan bahwa kendaraan nya bagaikan angin yang melaju sangat cepat. Perjalanan dari pagi hingga sore sama dengan satu bulan bagi orang biasa pada zaman waktu itu.Tapi mungkin bagi orang zaman sekarang hal itu adalah hal yang biasa saja. Tapi jika teknologi itu sudah ada zaman dulu, kenapa kita manusia harus mencari teknologi tersebut lagi. Allahualam.Di surat lain dijelaskan yaitu di surat Saba’ (34/13) bahwa para jin membuatkan nabi Sulaeman gedung-gedung yang tinggi dan piring-piring yang besarnya seperti kolam dan periuk yang tetap. Jika kita amati tentang kalimat piring-piring sebesar kolam apakah itu adalah piring terbang yang tidak lain adalah kendaraan Nabi Sulaeman yang dijelaskan secepat angin tersebut. Allahualam.
  • Teleportasi
Di zaman sekarang perpindahan atau pengiriman barang dengan cepat masih hanya sebatas data seperti poto, musik atau video. Di zaman Nabi Sulaeman pernah diceritakan di surat Al-Naml ayat 38 sampai dengan ayat 40. Diceritakan bahwa Nabi Sulaeman ingin memindahkan singgasana ratu bilqis yang dahulu adalah kaum penyembah matahari. Nabi Sulaeman ingin membuktikan kepada Ratu Bilqis bahwa karunia yang diberikan kepada Nabi Sulaeman tak tertandingi karena karunia itu datang dari Allah swt dan kita patut mensyukurinya.

Ketika Nabi Sulaeman memberi sayembara kepada siapa saja yang bisa memindahkan singgasana ratu bilqis, ada jin ifrit yang mempunyai kecerdasan lebih diantara jin-jin lainnya, dia menjanjikan kepada Nabi Sulaeman bahwa dia bisa memindahkan singgasana ratu bilqis ketika Nabi Sulaeman berdiri dari duduknya.
Tapi ada seorang anak buah Nabi Sulaeman yatu Ashif bin Barkiya yang disebutkan di Al-Quran sebagai orang yang mempunyai ilmu dari buku-buku dia berkata dia mampu memindahkan seluruh singgasana Ratu Bilqis ketika hanya dalam satu kedip mata.

Dalam kasus ini, ada 2 jenis makhluk yang mampu memindahkan singgasana itu secara cepat yaitu jin dan manusia. Jika berbicara tentang jin mungkin dia mempunyai kekuatan ghaib atau sihir untuk memindahkan singgasana tersebut. Tapi jika berbicara tentang anak buah Nabi Sulaeman dia adalah seorang manusia dan dituliskan dia mempunyai ilmu dari buku-buku yang berarti dia adalah seorang yang jenius yang sekarang disebut ilmuwan , dan berarti dia tidak memakai sihir melainkan teknologi. Berarti teknologi di zaman dahulu sudah mencapai yang kita belum bisa capai atau mungkin tidak akan bisa tercapai. Allahualam.

Dengan pernyataan-pernyataan diatas telah disimpulkan bahwa pada zaman Nabi Sulaeman adalah zaman yang paling canggih. Sampai saat ini masih belum ada yang bisa menandingi kecanggihan zaman tersebut. Dan pernyataan ini semakin kuat jika kita melihat Al-Quran Surat Saad (38:35) yang isinya menceritakan tentang Nabi Sulaeman yang berdoa agar Allah swt mengampuninya dan beliau meminta agar kerajaan atau peradaban yang beliau miliki tidak diturunkan kepada orang-orang sesudahnya. Pernyataan ini semakin menjelaskan bahwa kita tidak bisa melampaui kemajuan dan kebesaran zaman nabi Sulaeman.

Tapi kenapa Nabi Sulaeman meminta seperti itu. kalau menurut pendapat saya, jadi jika kita sebagai orang-orang setelah nabi sulaeman mendapatkan kemajuan dan kebesaran teknologi pada zaman Nabi Sulaeman maka yang ditakutkan Nabi Sulaeman adalah kita menjadi jumawa dan mengingkari karunia yang datag dari Allah swt ini. Beliau takut kita tidak bisa mensyukurinya karena teknologi yang sangat luar biasa itu.

Jadi pandailah dalam bersyukur, karena nikmat Allah swt tiada hentinya mengalir kepada kita.

Jumat, 21 Maret 2014

Terhambatnya Doa

Posted by Arno Firdaus On 18.00 | No comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Berdoa adalah hal yang wajib jika kita menginginkan sesuatu. Tetapi banyak orang bertanya-tanya kenapa doa yang ia panjatkan tidak juga dikabulkan. Sebelum membaca penyebab terhambatnya doa alangkah baiknya membaca waktu doa yang baik. Jika waktu doa yang baik telah dilakukan tapi masih belum terkabul juga, mungkin salah satu alasan dibawah ini menjawab pertanyaan anda. Berikut sebab-sebab tidak dikabulkannya doa.

1. Tidak Khusyuk dan tidak merendahkan diri di hadapan Allah
Seringkali kali kita berdoa dengan tergesa-gesa, karena sedang sibuk ataupun hanya karena tidak ingin meninggalkan beberapa menit acara TV kesayangan kita. Seharusnya kita bisa meluangkan banyak waktu untuk berdoa agar kita bisa berkhusyuk dalam berdoa.
Dalam Al-Quran surat Al-A’raf ayat 55 Allah berfirman “Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.”

Berdoa haruslah khusyuk dan berendah diri kepada Allah swt. Kita harus memakai hati kita untuk berdoa, jangan hanya berdoa karena nafsu belaka. Dan berdoalah dengan kata-kata yang indah dan suara yang lembut agar doanya dikabulkan. Secara logika pun jika kita meminta kepada sesama manusia dengan suara lembut dan bahasa yang baik pasti akan diberikan, begitupun sebaliknya jika hanya meminta dengan asal dan dengan bahasa yang biasa pastinya tidak akan diberikan.

2. Putus asa, merasa doanya tidak juga dikabulkan dan tergesa-gesa ingin doanya cepat dikabulkan
Sikap seperti ini adalah penghalangnya dikabulkannya doa. Seharusnya kita tidak boleh putus asa dan merasa doanya tidak dikabulkan karena kita berdoa kepada zat yang maha memberi dan Maha Segalanya.
Jika masih tidak terkabul jangan berpikir buruk dulu kepada Allah swt karena mungkin anda masih belum memikirkan dua aspek berikut.
  • Ada penghalang yang menghambat terkabulnya doa tersebut, misal : memutuskan hubungan kekerabatan, berdoa untuk keburukan, atau mengkonsumsi makanan yang haram.
  • Doanya akan diganti di akhirat nanti, atau dia dipalingkan dari keburukan yang terdapat dalam isi doanya. Untuk itulah berdoa sebanyak karena tidak akan rugi orang yang banyak berdoa, karena banyak kebaikan dari doa tersebut.

3.  Berdoa untuk keburukan
Tentunya ini sangatlah tidak pantas, bayangkan saja apakah kita pantas beroda untuk keburukan kepada Allah swt? Jika pun dikabulkan bukanlah Allah yang mengabulkan melainkan jin yang melakukannya. Jadi berdoalah untuk kebaikan, karena Allah hanya menerima doa-doa yang tulus dari hatinya dan Allah pun tau apa yang terbaik untuk kita.

Jika doa kita masih tidak dikabulkan mungkin karena sesuatu yang diminta kita bukanlah yang terbaik untuk kita. Percayakan semuanya kepada Allah, karena Allah mengetahui apa yang tidak kita ketahui. Positive thinking to Allah. Semoga ibadah kita diterima, kita diberikan yang terbaik, segala dosa kita dihapuskan aamiin. J



Janji Nazar

Posted by Arno Firdaus On 17.56 | No comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Pada zaman ini, susah sekali mencari manusia yang jujur. Pada akhirnya manusia menjadi tidak saling percaya satu sama lainnya kecuali memang sudah sangat dekat dekat orang itu. Pada kesempatan ini saya akan membahas tentang Nazar, berikut adalah pembahasannya.

Nazar adalah sebuah janji untuk lebih mendekatkan diri kepada sang Ilahi. Nazar disyariatkan oleh islam karena membuat seseorang mendekatkan diri kepada-Nya. Nazar tidak berlaku jika alasannya malah untuk menjauhkan diri dari Allah.

Nazar dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut pembahasannya.

1.      Nazar lajaj
Nazar ini terjadi kita ada seseorang sedang kehilangan control berbicara karena sedang emosi atau sedang marah. Misal : ketika dia marah dia langsung berbicara “jika memang benar Demi Allah saya akan memberikan seluruh hartaku”.
Jika sesuatu yang dinazarkan menjadi kenyataan, orang yang bernazar diharuskan melakukan apa yang dinazarkan atau membayar kafarah sumpah. Yang melakukan nazar ini berhak memilih diantara keduanya dikarenakan dia tidak dalam keadaan sadar ketika mengucap nazar.

2.      Nazar al-Mujazah ( Mukafaah )
Ini merupakan nazar yang biasa dilakukan. Nazar seperti ini tidak sedang dalam keadaan emosi atau lupa diri. Nazar ini mengaitkannya dengan suatu perkara. Contoh : “Jika saya diterima di perusahaan ini demi Allah saya akan memberikan setengah gaji pertama saya untuk fakir miskin”.
Jika sesuatu yang dinazarkan berlaku, maka orang yang bernazar diharuskan apa yang ia katakan di nazar tersebut. Dan tidak boleh menggantinya dengan perkara lain.

3.      Nazar Mutlak
Nazar ini dilakukan hanya untuk mendekatkan diri kepada Allah, nazar ini tidak mengaitkan dengan suatu perkara ataupun dalam keadaan marah. Contoh :”Untuk Allah saya akan puasa senin kamis bulan ini”.
jika nazar sudah terucap maka hukumnya wajib melakukan apa yang dinazarkan.

Adapun syarat-syarat untuk melakukan nazar diantaranya : Islam, Mukallaf, dan kehendak sendir (tidak dalam paksaan)
Dan syarat perkara yang dinazarkan sebagai berikut.
-          Perkara yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah
Jadi tidak boleh bernazar dengan perkara melakukan maksiat. Harus bertujuan unutk mendekatkan diri kepada Allah.

-       Perkaranya bukan kewajiban yang memang seharusnya dilakukan
Misalkan bernazar dan jika berlaku akan melakukan sholat shubuh tiap hari. Itu sesuatu yang tidak diperbolehkan.

Semoga ringkasan ini dapat memberikan informasi yang berguna. Dan semoga kita menjadi muslim yang lebih baik lagi aamiin :)


Sihir

Posted by Arno Firdaus On 17.52 | No comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Sihir, ketika mendengar kata ini kebanyakan orang pasti langsung berfikir sesuatu yang keren dalam film Harry Potter atau membuat sesuatu yang mustahil jadi mungkin terjadi. Tapi beda lagi jika yang berpendapat orang pedesaan yang jauh dari kemodern-an akan langsung berfikir tentang dukun, pelet, santet atau semacamnya.
Sebagai seorang muslim, hendaknya kita melihat sesuatu berdasarkan syariat yang telah diajarkan, terlebih dalam sesuatu yang ghaib.

Secara bahasa sihir adalah segala sesuatu yang sebabnya terlihat samar. Di era modern ini mungkin banyak orang yang berfikir sihir itu hanya ada di zaman dulu, hari gini mana mungkin ada sesuatu yang seperti itu. Tapi menurut saya sihir masih ada sampai saat ini masih banyak orang yang mempraktekan sihir di dunia ini, entah itu untuk keperluan yang baik atau disalahgunakan untuk kepentingan pribadi bahkan untuk kepentingan politik.

Hukum dari menggunakan sihir adalah dosa besar, meskipun melakukannya untuk kebaikan apalagi untuk keburukan. Meskipun menggunakan sihir untuk menyembuhkan sihir lainnya tetap itu sesuatu yang dilarang. Lalu bagaimana cara menyembuhkannya? Dahulu Nabi Muhammad shallallahu‘alaihi wa sallam pun pernah terkena sihir hingga beliau jatuh sakit, lalu Allah swt menurunkan surat Al-Falaq dan An-Naas sebagai obat penyembuh bagi orang yang terkena sihir. Karena Allah swt. telah memberi obat untuk orang yang terkena sihir, jadi sihir dalam bentuk apapun hukumnya dilarang.

Sihir bisa dikategorikan syirik dalam 2 sisi yaitu.
1.       Orang yang menggunakan sihir dan meminta bantuan kepada syaitan dari kalangan jin. Jelas iniadalah syirik karena mereka meminta bantuan selain kepada Allah.

2.       Orang yang menggunakan sihir dan mengaku mengetahui hal-hal yang ghaib misalkan ramalan masa depan. Tentunya ini adalah syirik karena hanya Allah yang mengetahui hal-hal yang ghaib tapi mereka yang mengaku tahu hal ghaib adalah palsu.

Ada hadits yang mengatakan hukuman orang yang menggunakan sihir adalah dipenggal kepalanya atau dengan kata lain hukuman mati. Tapi hadits ini dipertanyakan kebenarannya, karena setiap manusia pasti pernah melakukan dosa baik itu dosa kecil atau dosa besar, tapi jika manusia itu bertaubat dengan sungguh-sungguh, tidak seharusnya kita menghukum dengan hukuman mati. Kita bisa memberikan kesempatan kepadanya untuk bertaubat dan kita serahkan kepada Allah hukuman yang apa pantas untuknya.


Kenapa sihir dilarang? Allah swt pasti mempunyai alasan akan hal itu. Kalau menurut saya sihir dilarang karena akan menggoyahkan ke stabilan alam, karena jika semua manusia menggunakan sihir dalam kehidupan sehari-hari, sesuatu akan lebih mudah didapatkan tanpa usaha. Jadi manusia tidak mau lagi bekerja keras karena ada sihir. Dan jika seperti itu mungkin banyak manusia yang tidak akan meminta bantuan kepada Allah swt. Jadi mungkin seperti itulah pendapat saya tentang sihir, Allahu A’laam.

Selasa, 11 Maret 2014

Rusak Hati

Posted by Arno Firdaus On 18.12 | No comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Hati adalah sesuatu yang sugoi dari ciptaan Allah swt. Hati berbeda dengan akal dan sangat sulit menjelaskan apa yang dimaksud dengan hati. Meskipun zaman sudah canggih, sampai saat ini belum ada yang mampu menciptakan hati. Untuk itulah kita harus menjaga hati jangan sampai kita merusaknya. Rusak? Apakah hati bisa rusak? Jawabannya Ya. Berikut adalah sebab-sebab rusaknya hati.

1. Orang yang berbuat dosa dan mengandalkan taubat terus menerus.
Jangan sampai ketika kita ingin melakukan dosa kita berfikir bahwa “manusia adalah tempatnya dosa”, “semua manusia pasti punya salah”, “ahh cuma dosa kecil”, “setelah melakukan dosa ini taubat saja”, sesungguhnya itulah bisikan-bisikan syetan dan janganlah kita terjerumus kedalam tipu dayanya. Banyak yang tidak sadar bahwa pemikiran inilah salah satu penyebab rusaknya hati seseorang.
Kalau diumpamakan hati itu bagaikan kertas. Jika kita menggoreskan dosa lalu suatu saat dihapus dan dilakukan terus menerus yang terjadi adalah kertas itu menjadi rusak karena terlalu sering dicoret dan dihapus.

2. Mempunyai ilmu dan pengetahuan tapi tidak diamalkan
 Ilmu hanyalah titipan yang diberikan Allah kepada kita yang dikehendakinya. Untuk itulah jika kita mendapat kepercayaan untuk diberikan ilmu kita tidak boleh memendam ilmu itu sendirian. Karena ilmu harus dimanfaatkan untuk kehidupan semua orang. Apa ruginya kita menyebarkan ilmu, malah dengan menyebarkan ilmu kita menjadi semakin kuat dengan ilmu tersebut bukan malah ilmu itu hilang dari kita.
Jadi sebarkanlah ilmu dan pengetahuan yang benar, bukan malah menjerumuskan teman dengan ilmu yang salah.

3. Beramal tetapi tidak Ikhlas
Mengapa beramal tetapi tidak ikhlas, padahal harta yang kita punya tidak lain hanyalah titipan yang Allah berikan kepada kita. Jadi apa ruginya kita mengembalikan apa yang memang milik-Nya, meskipun memang milik Allah tapi Allah memberikan pahala yang tak ternilai bagi siapa saja yang mengamalkan sebagian hartanya.
Maka dari itu beramal lah dengan ikhlas. Karena dunia ini hanya sementara dan semua harta yang kita miliki hanyalah titipan yang akan ditanyai pertanggung jawabannya.

4. Menerima rizqi namun tidak bersyukur
Banyak orang tidak sadar akan rizqi yang ia dapatkan, misal menghirup udara, itu adalah rizqi yang tak ternilai tetapi banyak orang tidak menyadari betapa cintanya Allah kepada hambanya. Banyak orang terbuai akan nikmatnya rizqi yang Allah berikan sehingga lupa bersyukur kepada Sang Pemberi rizqi.
Tips dalam bersyukur, ketika kita berdoa mulailah dengan bersyukur. Misal : “ya Allah saya bersyukur engkau telah memberikan kepintaran ini dan ya Allah semoga saya semakin pintar lagi aamiin”. Itu adalah contoh jika kita ingin menjadi lebih pintar lagi tetapi kita tidak lupa bersyukur kepada-Nya.

5. Tidak ridho akan takdir Allah
Mengapa kita harus mempermasalahkan pembagian yang Allah berikan. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu tidak ketahui. Jadi tidak seharusnya kita menentang takdir Allah karena Allah lebih mengetahui apa yan terbaik untuk kita. Kita manusia hanya bisa berencana tapi Allah yang menentukannya.

6. Tidak mengambil pelajaran dari kematian seseorang
Sesungguhnya setiap kematian sesorang mempunyai nasehat-nasehat yang tidak akan kalian dapat dari orang hidup. Kita jadi mengerti bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, semua dari kita pasti akan meninggalkan dunia yang fana ini. jadi ambilah pelajaran dari kematian tersebut.
Misal: ada orang yang meninggal karena over dosis oleh minuman alcohol, berarti pelajaran yang kita dapat adalah bahwa minuman alcohol diharamkan karena berbahaya bagi tubuh kita, Allah tidak akan melarang sesuatu tanpa sebab yang pasti.


Itulah beberapa penyebab rusaknya hati seseorang. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan di atas, semoga kita dapat selalu menjaga hati kita. Jika masih ada yang melakukan perbuatan diatas bertaubatlah sebelum terlambat karena waktu akan terus bergulir.

Minggu, 16 Februari 2014

Thaghut itu Syetan ?

Posted by Arno Firdaus On 20.11 | No comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..

Mungkin hanya sedikit orang yang tahu tentang thaghut. Meskipun ada yang tahu, mungkin mereka hanya menyebutnya setan atau semacamnya. Di artiekl ini saya akan lebih memperjelas arti dari kata yang terdapat di surat An-Nisa ayat 60 itu. Ya, memang ini adalah bahasan mendalam tentang Islam, bagi yang ingin memperdalam pengetahuan tentang agama islamnya langsung saja simak artikel berikut.

Hidup di zaman ini memang banyak sekali orang yang memakai topeng hanya untuk mendapat kepercayaan masyarakat atau yang lebih buruknya yaitu menjerumuskan manusia ke perbuatan yang musyrik. Karena sesuatu yang telah menjadi mayoritas bahkan sudah menjadi kebiasaan, tanpa kita sadari sesuatu tersebut adalah hal yang menentang aturan agama Islam dan akhirnya kita pun masuk ke dalam jebakan syetan.
Kita kembali ke pembahasan kita yaitu thagut. Coba anda simak wahyu dari Allah swt ini.

”Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu.” (An Nisa: 60)

Bisa disimpulkan bahwa thagut adalah seorang pemimpin yang menjalankan aturan yang tidak berdasar kepada Al-Quran. Jadi kita diharuskan untuk mengingkari thagut tersebut.

Jadi thagut bukan hanya syetan, dia bisa berupa manusia. Pemimpin-pemimpin yang menjalankan hokum tanpa didasari oleh hukum Islam adalah thagut. Berhati-hatilah karena Allah memerintahkan kita untuk mengingkari thagut, jadi jika ada pemimpin yang seperti itu maka kita tidak boleh menurutinya karena jika kita menurutinya berarti kita termasuk orang-orang yang lalai akan perintah-Nya dan itu termasuk dosa yang besar.  

Jangan sampai tertipu oleh tipu daya syetan, karena syetan akan melakukan apapun untuk menyesatkan manusia sejauh-jauhnya. Meskipun itu adalah pimpinan kita harus mengingkarinya jika pemimpin itu tidak menggunakan aturan-aturan Islam. Bukannya kita memojokan kaum yang lain selain Islam, tapi sebagai muslim yang baik kita harus berusaha untuk menjadi lebih baik menurut agama kita masing-masing.
Dan pastinya akan timbul pertanyaan. “Apakah pemimpin-pemimpin di Indonesia adalah thagut ?”
Jawabannya bisa anda simpulkan sendiri. J

Terima kasih telah menyimak artikel ini.


Senin, 27 Januari 2014

Shalat itu Kebutuhan

Posted by Arno Firdaus On 17.35 | 3 comments
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi maha Penyayang,
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh..


Ada suatu hal di dunia yang sangat mudah dilakukan, yaitu meninggalkan shalat. Saya sangat heran, kenapa ada manusia yang tidak melakukan ibadah shalat tapi dia masih saja mengaku sebagai orang muslim. Sedangkan kita tahu sendiri, bahwa rukun islam yang kedua adalah shalat.
Shalat ini wajib ! bahkan melebihi wajib. Shalat adalah kebutuhan umat muslim, dengan shalat kita bisa membangun tiang agama dengan berdiri tinggi dan kokoh. Karena disebut juga shalat itu adalah tiangya agama.

Timbul pertanyaan dalam pikiran saya, Kenapa banyak muslim tidak melakukan shalat? Padahal Allah selalu memberi kita rezek berupa kehidupan, kita hidup di dunia milik Allah saw, kita menghirup udara yang diberi oleh Allah Ta’ala. Hanya beberapa menit kita melakukan shalat tapi kenapa kita sangat susah melakukannya. Bagaimana kalau kenikmatan menghirup udara dihentikan dalam beberapa menit? Apa kita sanggup hidup tanpa kenikmatan Allah saw. Jawabannya Tidak, tapi kenapa kita tidak mematuhi aturannya, malah mendekati larangannya. Ingat bahwa dunia ini hanya sementara.

Bagaimana cara kita membuat shalat menjadi kebutuhan. Pada dasarnya kita harus mengenali siapa Tuhan kita, siapa pemimpin kita, termasuk kaum siapakah kita. Jika kita sudah mengenal siapa Tuhan kita, coba kita dekati Tuhan kita, kenali lebih banyak tentang-Nya. Jika kita telah mengenal-Nya Insya Allah kita akan tahu betapa Allah saw sangat mencintai kita, betapa cintanya Rasulullah kepada kaumnya, betapa mulianya Rasul terakhir kita. Jika kita sudah merasakan Cinta kepada Allah saw dan rasul-Nya Insya Allah kita takkan sanggup meninggalkan perintahnya dan tidak ingin mendekati larangannya. Meskipun godaan menghadang Insya Allah kita akan bertahan pada perintah Allah Ta’ala.

Jangan lalai terhadap shalat, jika adzan berkumandang segerakan lah mengambil air wudhu dan shalat. Karena amal yang lain dilihat dari shalatnya, jika shalat kita baik maka amal yang lain juga baik tapi sebaliknya, jika shalat kita tidak baik maka amal yang lain juga tidak baik. Percuma saja jika kita berinfak sebanyak apapun jika tidak shalat tidak ada gunanya.

Rukun islam itu harus dilakukan bertahap, pertama syahadat dan kedua shalat. Jika kita melakukan shalat tanpa syahadat tidak ada gunanya, begitupun jika kita melakukan rukun islam dibawahnya seperti infak atau naik haji tanpa melaksanakan rukun islam shalat tidak ada gunanya.Tidak seperti syahadat yang dilakukan sekali, shalat dilakukan seumur hidup kita, 5 waktu dalam sehari.

Maka dari itu Jadikanlah Shalat itu Kebutuhan !

Blogroll

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Site Rank